Minggu, 25 April 2010

KURA: Symbol of Old-Fashion in Japan….

Dalam merencanakan sebuah KOTA, kita tidak bisa lepas dengan masalah TRANSPORTASI. Perencanaan Kota dan Perencanaan Transportasi adalah dua hal yang saling berkaitan satu sama lainnya. Karena untuk menghasilkan sebuah kota yang livable; dalam artian baik, nyaman, dan bersahabat dengan lingkungan, kita juga harus membuat atau merencanakan transportasi yang mendukung untuk itu.

Bagaimana membuat town-center atau pusat kota menjadi livable ?

Idealnya adalah:
  • ada ruang untuk para pejalan kaki (pedestrian), dalam hal ini tentu saja mempunyai akses yg baik
  • manajemen lalulintas, yang otomatis tidak ada kemacetan
  • manajemen parkir, menyangkut kuantitas dan lokasi dari fasilitas parkir itu sendiri
  • transportasi umum, dengan akses yang menyeluruh
Sering kali kita menjumpai perencanaan kota yang tidak sejalan dengan perencanaan transportasinya atau sebaliknya. Dan hal ini mengakibatkan banyak permasalahan di dalam kota itu sendiri. Sebagai contoh, mulai ada beberapa bangunan bersejarah yang terpaksa dikalahkan u/ kepentingan lain yang berkaitan dengan transportasi.

Dalam hal ini, kita bisa belajar dari Negara Jepang. Di Negara Jepang, untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan proses dari perencanaan kota, diperlukan: research and forecast (penelitian dan ramalan), proposal, keterlibatan dari masyarakat umum, keputusan dari committee, dan terakhir keputusan dari Major/Prefectural Governor.

Contoh kasus adalah di kawasan Ichibangai Street yang berada di KAWAGOE-shi (川越市), Saitama Prefecture, Tokyo, Japan.

Ini adalah kawasan Ichibangai Street, KAWAGOE. Dimana, KAWAGOE itu sendiri berada di dalam SAITAMA prefecture. Sekitar 30 menit dari Ikebukuro TOKYO jika ditempuh dengan kereta.

Memiliki luas 109.16 km² dan berpenduduk 135,621rumah tangga.

KAWAGOE-shi terkenal dengan banyak castle, pusat perbelanjaan (*dalam hal ini traditional shopping center), dan BANGUNAN KURA-nya yang ada di Ichibangai Street.

Kenapa dinamakan KURA ?… *karena bentuk atap bangunannya menyerupai binatang kura-kura… Bisa diperhatikan foto di atas. ATAP bangunannya yang menyerupai KURA itulah yang menyebabkan dinamakan KURA. Salah satu model bangunan tua yang sangat dilestarikan keberadaannya.

Semua bangunan KURA yang ada di kawasan Ichibangai Street ini adalah commercial area. Jadi sepanjang Ichibangai street ini terdapat toko souvenir, restaurant, toko makanan khas dan sejenisnya….

Sehingga di tempat inilah para wisatawan manca negara berkumpul.

Dan bisa dipastikan, kemacetan sering dijumpai di waktu-waktu puncak. Karena Ichibangai street sendiri didesain untuk 2 arah.

Sebelumnya, para pemilik bangunan KURA di kawasan Ichibangai Street berkeinginan untuk merenovasi bangunan mereka. Mereka ingin merenovasi bangunan rumah toko “KURA” mereka menjadi bangunan ruko yang baru. TETAPI…. mereka TIDAK BISA melakukannya. WHY ??? Karena Ichibangai Street adalah kawasan yang masuk dalam ROAD PLAN. Jadi, pihak tata kota melarang mereka merenovasi bangunan KURA mereka.

Inilah, jadi keberadaan “KURA” terlindungi oleh adanya ROAD PLAN

Berkaitan dengan kemacetan yang ada di Ichibangai Street, ada beberapa alternatif untuk memecahkan permasalahan tersebut.
  • merencanakan pembangunan ring road
  • TDM Park and Ride , jadi membuat area tempat parkir dengan sistem zone di beberapa lokasi yang menuju ke kawasan Ichibangai Street.
  • Kombinasi antara alternatif 1 dan 2
Untuk mengatasi kemacetan, maka jenis jalan di Ichibangai street bisa dibuat menjadi 3 alternatif:
  • Full mall : yaitu full pedestrian, khusus untuk pejalan kaki saja tanpa kendaraan bermotor
  • Transit mall : adanya bus/LRT sebagai transportasi penghubung menuju ke Ichibangai street
  • Semi mall : adanya ruang untuk pedestrian dan ruang untuk kendaraan meskipun hanya 1 arah


Social experiment berkaitan dengan full pedestrian. Jadi kawasan Ichibangai Street hanya untuk para pejalan kaki dan tertutup untuk kendaraan bermotor. Bisa diperhatikan, para pengunjung begitu enjoy menikmati kawasan Ichibangai Street.

Sementara, ini adalah social experiment untuk 2 arah…Bisa dilihat kemacetan terjadi disana. Pengunjungpun menjadi kurang nyaman dan kurang merasa aman meskipun mereka berada di jalur pejalan kaki. Apalagi para wisatawan manca negara dan domestik kebanyakan ingin mengabadikan model bangunan KURA tersebut.


Jika dengan adanya 2-way, berlalu-lalangnya kendaraan, maka akan sulit buat mereka untuk mengabadikan bangunan-bangunan KURA yang berseberangan.



Sebaliknya, dalam social experiment 1-Way,masih bisa dilihat adanya kondisi yang lebih baik daripada alternatif 2-Way.

Selain itu, kita juga bisa membuat semacam variasi berkaitan dengan HARI, WAKTU, dan pelayanan/services di kawasan Ichibangai Street.

Jadi, Ichibangai Street adalah salah satu kawasan yang terjaga dan terpelihara karena adanya ROAD PLAN.

Disamping KURA, kita bisa melihat Toki no kane atau the bell tower yang sangat bersejarah. Tepat berada di kawasan Ichibangai street. Dari atas toki no kane ini kita bisa melihat Ichibangai street secara keseluruhan.


Selain itu, KAWAGOE juga terkenal dengan CANDY MARKET. Tepatnya di KASHIYA YOKOCHO, disini anda bisa menemukan berbagai macam jenis CANDY/permen khas KAWAGOE, yang pastinya sangat unik dan super duper manis :D


Kita juga bisa melihat desain jalan lokal yang ada di kawasan Ichibangai Street, yang membuat pengunjung menjadi nyaman untuk berbelanja…Di kawasan ini juga, kita bisa menemukan banyak toko souvenir khas KAWAGOE dan beberapa TEMPLE.



Traditional Rickshaw atau BECAK yang ada di kawasan Ichibangai Street. Jadi untuk mengitari seluruh kawasan Ichibangai Street, kita bisa menggunakan jasa becak.


*Salam sejuk dari negeri sakura…


By: imma.w.a.
721-8 Kami-okubo, Nakamura Haitsu 201
Sakura-ku, Saitama-shi
Japan




3 komentar:

IRa mengatakan...

Assalamu'alaikum...
waaa...keren liputan ttg Japan nya. izin share catatan na ya mb' imma san? :)
aq interest bgt all about Japan ^.^v
salam kenal...

IRa mengatakan...

Assalamu 'alaikum...
Waaa...subhanallah, kereeeen liputan all about Japan-nya...
ijin share yaa mb'Imma san, coz' aq interset bgt lho all about Nihon...eheheh...

imma.ub.saitama mengatakan...

Wa'alaikum salam....iyah dengan senang hati dek Ira ^_^... douitashimashite ^_^... ayooo kapan ke tokyo hemmmm....